Trend Gaya Hidup ‘Digital Media’

Teknologi membawa babak baru bagi peradaban manusia. Daya jangkau yang luas membuat interaksi manusia dalam dimensi ruang dan waktu semakin tak terbatas. Perangkat teknologi pada dasarnya memang diciptakan untuk memudahkan manusia dalam menjalani berbagai aktivitas kehidupan. Seiring berkembangnya teknologi dari waktu ke waktu, gaya hidup manusia berubah dengan fenomena pemanfaatan perangkat digital media.

Manusia yang menciptakan perangkat teknologi, dan pada akhirnya perangkat teknologi itulah yang membentuk atau mempengaruhi kehidupan manusia itu sendiri.

Gaya hidup (trend) masyarakat perkotaan di Indonesia sudah berubah, dimana pilihan media luar biasa banyaknya. Begitu banyak ragam pilihan media yang bisa mereka akses, sehingga pemilihan jenis media untuk mempromosikan suatu produk/jasa menjadi hal yang  cukup crusial.

Pemasar (perusahaan)  secara spesiik harus mengikuti pola perilaku para target market nya. Pelajari lah  pola konsumsi media mereka ; evaluasi kembali pemanfaatan promosi media yang biasa digunakan oleh perusahaan, apakah sudah tepat ?, buat disain pemasaran (d/h promosi) yang berorientasi dari sudut pandang audiens kita.Apabila di masa-masa yang lalu concern perusahaan adalah dengan membanding-banding kan rating atau peringkat atau CPM (cost per mile), dimana mereka cenderung menyamakan semua orang, maka di era saat ini, konsumen kita menjadi sangat individualistis.

Dengan semakin banyaknya pilihan media tersebut, maka tantangannya adalah bagaimana memenuhi kebutuhan konsumen yang tidak lagi menjadi audience yang pasif.

Era Informasi Digital
Era digital saat ini ditandai dengan adanya peralihan dari industri tradisional ke industri digital (komputerisasi). Industri digital  membentuk masyarakat berbasis pengetahuan yang berdasar kepada teknologi tinggi. Teknologi tinggi seperti komputer memiliki pengaruh dalam berbagai aspek kehidupan masyarakat. Hal ini dapat dilihat dari seberapa besar perangkat berteknologi tinggi seperti komputer hadir dalam keseharian masyarakat. Melalui layanan internet yang dapat diakses dari media komputer (PC/Laptop/Tablet) dan media seluler masyarakat dapat dengan mudah (internet mobile) memperoleh informasi dengan cepat dan dengan biaya yang relatif murah.

Dengan rata-rata biaya bulanan internet mobile (di Indonesia) 12,5 dollar AS, diikuti Filipina (13,1 dollar AS), Malaysia (15 dollar AS), dan Vietnam (24 dollar AS )(tekno.kompas.com)

Kegiatan pemasaran saat ini marak dilakukan di media online (internet), dengan begitu informasi yang hendak disampaikan dapat cepat sampai kepada khalayak. Sehingga pasar dapat lebih cepat terbentuk.

Mengapa Online
Media online menjadi media yang populer bagi masyarakat dalam mencari informasi. Dengan basis jumlah pengguna di Indonesia lebih dari 55 juta pengguna (tahun 2012), media ini menjadi lahan baru bagi para marketer untuk memasarkan produk dan jasanya.

Namun jumlah pengguna yang besar belum tentu dapat dijadikan target semuanya. Permasalahan tersebut muncul dikarenakan besarnya jumlah situs-situs web yang tersambung di jaringan internet (online). Beberapa sumber di internet menyebutkan bahwa jumlah situs di internet saat ini telah menembus angka 1 triliun.

Dapat dibayangkan betapa repotnya seorang marketer jika harus memasarkan produknya di situs-situs tersebut. Oleh karena itu para marketer memiliki tugas untuk mencari situs apa yang populer. Berikut top 5 situs internet versi Alexa (alexa.com) 23 Januari 2013

Fenomena facebook menunjukkan bahwa kehadiran era media baru di Indonesia akan lebih cepat dari perkiraan kita semua, dan kita harus siap mengantisipasinya.Dan, siapa yang pernah menyangka bahwa banyak orang Indonesia yang saat ini tergila-gila pada facebook. Bayangkan betapa besar potensi audiens di facebook kalau kita tahu bagaimana cara menarik perhatian mereka

Online atau Cetak
Situs-situs diatas merupakan situs yang populer dengan basis pengunjung (visitor) dengan jumlah yang besar dari seluruh dunia. Tapi pertanyaan berikut yang muncul adalah: Apakah situs tersebut adalah situs yang tepat untuk beriklan? .

Tepat atau tidaknya sebuah media dijadikan tempat beriklan ditentukan oleh ketepatan dari pengiklan (advertiser) dalam memilih media beriklannya. Pemilihan dapat didasarkan kepada “Siapa” target dari iklan tersebut, dan jika dikaitkan dengan hitungan bisnis maka “Berapa” besar biaya yang dibutuhkan untuk menempatkan iklan. Namun permasalahan yang sering muncul adalah jika media yang akan dipilih memiliki khalayak yang besar, tapi biaya pemasangan iklannya tinggi (diantara media sejenis). Hal inilah yang membuat para pengiklan harus mencari alternatif dalam beriklan, atau mengkombinasikan diantaranya.

Popularitas tablet PC memang cukup tinggi. Penggunaannya pun tak sekadar untuk berinternet ria, melainkan juga sudah dioptimalkan sebagai penunjang gaya hidup.

Perubahan ini tak lepas dari fungsionalitas tablet yang memang memberikan kemudahan, kenyamanan baik dari sisi teknologi, itur dan dukungan aplikasi. Terdapat banyak aplikasi yang tersebar di market, seperti game, komik, buku online, kamus digital, dan lain sebagainya.Masih banyak lagi tentunya berbagai fungsi dan optimalisasi tablet untuk semua lapisan masyarakat. Seolah era tablet sudah mewabah ke berbagai profesi dan menjadi bagian yang tak terpisahkan dari sistem interaksi sosial kita.

Kini, setiap individu secara bebas dapat mengekspresikan atau mengungkapkan gagasannya melalui jejaring sosial seperti Facebook, akun Twitter, serta dalam blog pribadinya. Teknologi ini berkembang dengan begitu cepat, internet menghilangkan sekat antara ruang dan waktu. Sehingga tidak kesulitan untuk mengetahui keadaan di tempat yang lain di era keberlimpahan informasi ini. Dengan sekali klik saat mengakses internet, semua informasi langsung didapat dengan cepat dan serba instan.

Kecanggihan teknologi secara tersirat menuntut manusia untuk selalu mengikuti perkembangan teknologi komunikasi. Pada intinya, era digital memang sebuah masa dimana informasi begitu melimpah, manusia telah melihat informasi sebagai komoditas. Di mana informasi adalah modal utama mereka dalam bertahan hidup. Perubahan cara pandang masyarakat terhadap informasi mencerminkan adanya perubahan signifikan terhadap paradigma gaya hidup manusia, era digital membawa baru bagi manusia untuk terus berpacu dengan waktu, informasi bukan lagi datang per hari, namun setiap jam, menit, bahkan detik.

Teknologi memang tidak perlu disalahkan dalam hal ini. Perubahan gaya hidup manusia dari waktu ke waktu memang sebuah keniscayaan. Namun, alangkah lebih baiknya manusia bersikap secara bijak dalam memanfaatkan teknologi. Jangan sampai teknologi dijadikan sebagai satu-satunya realitas, sementara realitas sosial lain di luar sana menjadikan manusia bersikap apatis dan individualis, bahkan idealis-utopis. Menginginkan semua persoalan hidup tuntas dengan serba instan tanpa melakukan langkah nyata apapun, hanya sebatas berkhayal dan berjibaku depan internet. Saatnya mengubah sikap untuk bersikap kritis terhadap teknologi, Menyikapi teknologi dengan bijak sesuai kebutuhan, tanpa melunturkan nilai-nilai kemanusiaan itu sendiri. (*)